Memasuki semester akhir di jenjang SMK, mata pelajaran Matematika memegang peranan penting dalam mengasah kemampuan analitis dan pemecahan masalah siswa. Terutama di Kelas 12, materi yang disajikan seringkali menjadi fondasi krusial untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi atau langsung terjun ke dunia kerja yang menuntut pemahaman matematika yang kuat. Ujian Tengah Semester (UTS) menjadi salah satu tolok ukur penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.
Artikel ini hadir untuk membantu Anda, para siswa SMK Kelas 12, dalam mempersiapkan diri menghadapi UTS Matematika Semester 1. Kami akan menyajikan kumpulan contoh soal yang mencakup berbagai topik esensial, disertai dengan pembahasan mendalam untuk setiap soal. Tujuannya adalah agar Anda tidak hanya sekadar menghafal jawaban, tetapi benar-benar memahami konsep di baliknya, sehingga mampu menjawab soal-soal serupa dengan percaya diri.
Pokok Bahasan Utama Matematika SMK Kelas 12 Semester 1
Sebelum kita menyelami contoh soal, penting untuk mengetahui terlebih dahulu pokok bahasan utama yang umumnya diujikan pada UTS Matematika Kelas 12 Semester 1 di jenjang SMK. Meskipun kurikulum dapat sedikit bervariasi antar sekolah dan program keahlian, beberapa topik yang seringkali menjadi fokus antara lain:
- Statistika: Meliputi penyajian data (tabel, diagram), ukuran pemusatan (mean, median, modus), ukuran penyebaran (rentang, kuartil, simpangan baku), dan pengolahan data berkelompok.
- Peluang: Konsep dasar peluang, kejadian saling lepas, kejadian tidak saling lepas, kejadian bersyarat, serta kaidah pencacahan (permutasi dan kombinasi).
- Program Linear: Menentukan model matematika dari masalah cerita, menggambar daerah penyelesaian, serta menentukan nilai optimum (maksimum atau minimum) menggunakan metode grafik atau substitusi.
- Limit Fungsi Aljabar: Konsep limit, menentukan nilai limit fungsi aljabar di tak hingga, serta limit fungsi di suatu titik.
- Turunan Fungsi Aljabar: Konsep turunan, aturan pencarian turunan (turunan dasar, aturan rantai, aturan perkalian, aturan pembagian), serta aplikasi turunan seperti mencari titik stasioner, nilai maksimum/minimum, dan laju perubahan.
Mari kita mulai dengan contoh-contoh soal yang mencakup beberapa topik di atas.
Contoh Soal UTS Matematika Kelas 12 Semester 1 dan Pembahasannya
Soal 1: Statistika (Ukuran Pemusatan dan Penyebaran)
Data hasil ulangan harian Matematika kelas XII AP 1 disajikan dalam tabel berikut:
| Nilai | Frekuensi (f) |
|---|---|
| 40 – 49 | 3 |
| 50 – 59 | 7 |
| 60 – 69 | 12 |
| 70 – 79 | 10 |
| 80 – 89 | 8 |
| 90 – 99 | 5 |
Tentukan:
a. Rata-rata hitung (mean) nilai ulangan.
b. Modus dari data tersebut.
c. Median dari data tersebut.
d. Kuartil atas (Q3) dari data tersebut.
Pembahasan:
Untuk data berkelompok, kita perlu menghitung beberapa nilai tambahan seperti titik tengah kelas (xi) dan hasil perkalian fi * xi.
| Nilai | Frekuensi (f) | Titik Tengah (xi) | fi * xi |
|---|---|---|---|
| 40 – 49 | 3 | 44.5 | 133.5 |
| 50 – 59 | 7 | 54.5 | 381.5 |
| 60 – 69 | 12 | 64.5 | 774 |
| 70 – 79 | 10 | 74.5 | 745 |
| 80 – 89 | 8 | 84.5 | 676 |
| 90 – 99 | 5 | 94.5 | 472.5 |
| Jumlah | N = 45 | 3182 |
a. Rata-rata Hitung (Mean):
Rumus: $barx = fracsum (f_i cdot x_i)sum f_i$
$barx = frac318245 approx 70.71$
b. Modus:
Modus adalah nilai dengan frekuensi tertinggi. Dari tabel, frekuensi tertinggi adalah 12 pada kelas 60 – 69.
Rumus Modus: $Mo = t_b + (fracd_1d_1 + d_2) cdot p$
- $t_b$ (tepi bawah kelas modus) = 59.5
- $d_1$ (selisih frekuensi modus dengan frekuensi kelas sebelumnya) = 12 – 7 = 5
- $d_2$ (selisih frekuensi modus dengan frekuensi kelas sesudahnya) = 12 – 10 = 2
- $p$ (panjang interval kelas) = 10
$Mo = 59.5 + (frac55 + 2) cdot 10 = 59.5 + (frac57) cdot 10 = 59.5 + 7.14 approx 66.64$
c. Median:
Median adalah nilai tengah. Letak median: $frac12 N = frac12 cdot 45 = 22.5$.
Median terletak pada kelas ke-3 (60 – 69) karena jumlah frekuensi kumulatif sebelum kelas ini adalah 3 + 7 = 10, dan setelah kelas ini adalah 10 + 12 = 22. Kelas 60-69 adalah kelas ke-3 dengan kumulatif 22.
Rumus Median: $Me = t_b + (fracfrac12N – Ff) cdot p$
- $t_b$ (tepi bawah kelas median) = 59.5
- $F$ (frekuensi kumulatif sebelum kelas median) = 3 + 7 = 10
- $f$ (frekuensi kelas median) = 12
- $p$ (panjang interval kelas) = 10
$Me = 59.5 + (frac22.5 – 1012) cdot 10 = 59.5 + (frac12.512) cdot 10 = 59.5 + 10.42 approx 69.92$
d. Kuartil Atas (Q3):
Kuartil atas adalah nilai yang membagi data menjadi empat bagian sama besar, di mana 3/4 data berada di bawahnya. Letak Q3: $frac34 N = frac34 cdot 45 = 33.75$.
Untuk mencari kelas Q3, kita perlu melihat frekuensi kumulatif. Frekuensi kumulatif adalah: 3, 10, 22, 32, 40, 45.
Letak Q3 (33.75) berada di kelas 80 – 89 (frekuensi kumulatif 40).
Rumus Kuartil: $Q_k = t_b + (fracfrack4N – Ff) cdot p$
Untuk Q3, k=3.
- $t_b$ (tepi bawah kelas Q3) = 79.5
- $F$ (frekuensi kumulatif sebelum kelas Q3) = 3 + 7 + 12 + 10 = 32
- $f$ (frekuensi kelas Q3) = 8
- $p$ (panjang interval kelas) = 10
$Q3 = 79.5 + (frac33.75 – 328) cdot 10 = 79.5 + (frac1.758) cdot 10 = 79.5 + 2.19 approx 81.69$
Soal 2: Peluang (Kaidah Pencacahan dan Peluang Kejadian)
Sebuah kotak berisi 5 bola merah, 3 bola biru, dan 2 bola hijau. Jika diambil 3 bola sekaligus secara acak, tentukan peluang terambilnya:
a. Ketiga bola berwarna merah.
b. Dua bola merah dan satu bola biru.
c. Bola berwarna sama.
Pembahasan:
Pertama, kita hitung jumlah total bola dan kombinasi pengambilan bola.
Jumlah bola total = 5 + 3 + 2 = 10 bola.
Jumlah cara mengambil 3 bola dari 10 bola adalah kombinasi C(10, 3).
$C(n, k) = fracn!k!(n-k)!$
$C(10, 3) = frac10!3!(10-3)! = frac10!3!7! = frac10 times 9 times 83 times 2 times 1 = 10 times 3 times 4 = 120$ cara.
Jadi, ruang sampelnya adalah 120.
a. Peluang ketiga bola berwarna merah:
Jumlah cara mengambil 3 bola merah dari 5 bola merah adalah C(5, 3).
$C(5, 3) = frac5!3!(5-3)! = frac5!3!2! = frac5 times 42 times 1 = 10$ cara.
Peluang (3 merah) = $fractextJumlah cara mengambil 3 merahtextJumlah cara mengambil 3 bola = fracC(5, 3)C(10, 3) = frac10120 = frac112$.
b. Peluang dua bola merah dan satu bola biru:
Jumlah cara mengambil 2 bola merah dari 5 bola merah adalah C(5, 2).
$C(5, 2) = frac5!2!(5-2)! = frac5!2!3! = frac5 times 42 times 1 = 10$ cara.
Jumlah cara mengambil 1 bola biru dari 3 bola biru adalah C(3, 1).
$C(3, 1) = frac3!1!(3-1)! = frac3!1!2! = 3$ cara.
Jumlah cara mengambil 2 merah dan 1 biru = $C(5, 2) times C(3, 1) = 10 times 3 = 30$ cara.
Peluang (2 merah, 1 biru) = $frac30120 = frac14$.
c. Peluang bola berwarna sama:
Bola berwarna sama berarti:
- Ketiga bola merah: C(5, 3) = 10 cara.
- Ketiga bola biru: C(3, 3) = 1 cara.
- Ketiga bola hijau: C(2, 3) = 0 cara (tidak mungkin mengambil 3 bola hijau dari 2 bola hijau).
Jumlah cara terambil bola berwarna sama = 10 + 1 = 11 cara.
Peluang (bola berwarna sama) = $frac11120$.
Soal 3: Program Linear
Seorang pedagang keripik singkong memiliki modal Rp 500.000 per hari. Ia ingin membeli dua jenis keripik, yaitu keripik rasa balado dan keripik rasa keju. Harga beli keripik rasa balado adalah Rp 5.000 per bungkus, sedangkan keripik rasa keju adalah Rp 10.000 per bungkus. Pedagang tersebut dapat menjual paling banyak 60 bungkus keripik per hari. Keuntungan dari keripik rasa balado adalah Rp 1.000 per bungkus dan keuntungan dari keripik rasa keju adalah Rp 2.000 per bungkus. Tentukan keuntungan maksimum yang dapat diperoleh pedagang tersebut!
Pembahasan:
Langkah pertama adalah membuat model matematika dari permasalahan ini.
Misalkan:
- $x$ = jumlah bungkus keripik rasa balado
- $y$ = jumlah bungkus keripik rasa keju
Dari informasi yang diberikan, kita dapat menyusun pertidaksamaan linear:
-
Kendala Modal:
Modal untuk keripik balado: $5000x$
Modal untuk keripik keju: $10000y$
Total modal tidak boleh melebihi Rp 500.000.
$5000x + 10000y le 500000$
Bagi kedua sisi dengan 5000:
$x + 2y le 100$ -
Kendala Jumlah Penjualan:
Jumlah total keripik yang dijual paling banyak 60 bungkus.
$x + y le 60$ -
Kendala Non-negatif:
Jumlah bungkus keripik tidak boleh negatif.
$x ge 0$
$y ge 0$ -
Fungsi Tujuan (Keuntungan Maksimum):
Keuntungan dari keripik balado: $1000x$
Keuntungan dari keripik keju: $2000y$
Fungsi tujuan: $Z = 1000x + 2000y$ (Maksimalkan Z)
Selanjutnya, kita akan mencari titik-titik pojok dari daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear tersebut.
-
Garis 1: $x + 2y = 100$
- Jika $x=0$, maka $2y=100 Rightarrow y=50$. Titik (0, 50).
- Jika $y=0$, maka $x=100$. Titik (100, 0).
-
Garis 2: $x + y = 60$
- Jika $x=0$, maka $y=60$. Titik (0, 60).
- Jika $y=0$, maka $x=60$. Titik (60, 0).
Sekarang kita cari titik potong antara kedua garis:
$x + 2y = 100$
$x + y = 60$
Kurangi persamaan kedua dari persamaan pertama:
$(x + 2y) – (x + y) = 100 – 60$
$y = 40$
Substitusikan $y=40$ ke $x + y = 60$:
$x + 40 = 60 Rightarrow x = 20$
Titik potongnya adalah (20, 40).
Titik-titik pojok daerah penyelesaian adalah:
- Titik A: (0, 0) (perpotongan sumbu x dan y)
- Titik B: (60, 0) (perpotongan garis $x+y=60$ dengan sumbu x)
- Titik C: (20, 40) (perpotongan garis $x+2y=100$ dan $x+y=60$)
- Titik D: (0, 50) (perpotongan garis $x+2y=100$ dengan sumbu y)
Sekarang kita substitusikan koordinat titik-titik pojok ke dalam fungsi tujuan $Z = 1000x + 2000y$:
- Titik A (0, 0): $Z = 1000(0) + 2000(0) = 0$
- Titik B (60, 0): $Z = 1000(60) + 2000(0) = 60000$
- Titik C (20, 40): $Z = 1000(20) + 2000(40) = 20000 + 80000 = 100000$
- Titik D (0, 50): $Z = 1000(0) + 2000(50) = 100000$
Nilai Z maksimum adalah Rp 100.000. Keuntungan maksimum dapat diperoleh jika pedagang menjual 20 bungkus keripik rasa balado dan 40 bungkus keripik rasa keju, atau 0 bungkus keripik rasa balado dan 50 bungkus keripik rasa keju.
Soal 4: Limit Fungsi Aljabar
Tentukan nilai dari limit berikut:
a. $limx to 2 (3x^2 – 5x + 1)$
b. $limx to 3 fracx^2 – 9x – 3$
c. $lim_x to infty frac4x^3 – 2x + 12x^3 + x^2 – 5$
Pembahasan:
a. Limit di suatu titik (substitusi langsung):
Untuk limit fungsi polinomial, kita bisa langsung mensubstitusikan nilai x ke dalam fungsi.
$lim_x to 2 (3x^2 – 5x + 1) = 3(2)^2 – 5(2) + 1$
$= 3(4) – 10 + 1$
$= 12 – 10 + 1$
$= 3$
b. Limit bentuk tak tentu (0/0) (pemfaktoran):
Jika disubstitusikan langsung, kita akan mendapatkan $frac3^2 – 93 – 3 = frac00$, yang merupakan bentuk tak tentu. Kita perlu memfaktorkan pembilang.
$limx to 3 fracx^2 – 9x – 3 = limx to 3 frac(x – 3)(x + 3)x – 3$
Kita bisa mencoret $(x – 3)$ karena $x to 3$ berarti $x ne 3$.
$= lim_x to 3 (x + 3)$
Sekarang substitusikan $x = 3$:
$= 3 + 3 = 6$
c. Limit di tak hingga (pembagian dengan pangkat tertinggi):
Untuk limit di tak hingga dari fungsi rasional, kita bagi setiap suku dengan pangkat tertinggi dari variabel x di penyebut. Pangkat tertinggi di penyebut adalah $x^3$.
$limx to infty frac4x^3 – 2x + 12x^3 + x^2 – 5 = limx to infty fracfrac4x^3x^3 – frac2xx^3 + frac1x^3frac2x^3x^3 + fracx^2x^3 – frac5x^3$
$= lim_x to infty frac4 – frac2x^2 + frac1x^32 + frac1x – frac5x^3$
Ketika $x to infty$, suku-suku dengan $x$ di penyebut akan mendekati 0.
$= frac4 – 0 + 02 + 0 – 0$
$= frac42 = 2$
Soal 5: Turunan Fungsi Aljabar dan Aplikasinya
Diberikan fungsi $f(x) = 2x^3 – 9x^2 + 12x – 5$.
a. Tentukan turunan pertama dari fungsi $f(x)$.
b. Tentukan titik stasioner dari fungsi $f(x)$.
c. Tentukan interval di mana fungsi $f(x)$ naik dan turun.
d. Tentukan nilai maksimum dan minimum lokal dari fungsi $f(x)$.
Pembahasan:
a. Turunan Pertama:
Menggunakan aturan turunan dasar ($ fracddx(ax^n) = anx^n-1 $) dan aturan penjumlahan/pengurangan.
$f'(x) = fracddx(2x^3) – fracddx(9x^2) + fracddx(12x) – fracddx(5)$
$f'(x) = 2(3x^3-1) – 9(2x^2-1) + 12(1x^1-1) – 0$
$f'(x) = 6x^2 – 18x + 12$
b. Titik Stasioner:
Titik stasioner terjadi ketika turunan pertama sama dengan nol, yaitu $f'(x) = 0$.
$6x^2 – 18x + 12 = 0$
Bagi kedua sisi dengan 6:
$x^2 – 3x + 2 = 0$
Faktorkan persamaan kuadrat:
$(x – 1)(x – 2) = 0$
Maka, nilai $x$ yang memenuhi adalah $x = 1$ atau $x = 2$.
Untuk mencari nilai $y$ (nilai fungsi di titik stasioner), substitusikan nilai $x$ ke fungsi asli $f(x)$:
* Untuk $x=1$:
$f(1) = 2(1)^3 - 9(1)^2 + 12(1) - 5$
$f(1) = 2 - 9 + 12 - 5 = 0$
Titik stasioner pertama adalah (1, 0).
* Untuk $x=2$:
$f(2) = 2(2)^3 - 9(2)^2 + 12(2) - 5$
$f(2) = 2(8) - 9(4) + 24 - 5$
$f(2) = 16 - 36 + 24 - 5 = -1$
Titik stasioner kedua adalah (2, -1).
c. Interval Naik dan Turun:
Fungsi naik ketika $f'(x) > 0$.
Fungsi turun ketika $f'(x) < 0$.
Kita gunakan titik-titik stasioner (x=1 dan x=2) untuk membagi garis bilangan menjadi tiga interval: $(-infty, 1)$, $(1, 2)$, dan $(2, infty)$.
* Interval $(-infty, 1)$: Ambil $x=0$.
$f'(0) = 6(0)^2 - 18(0) + 12 = 12 > 0$. Fungsi naik.
* Interval $(1, 2)$: Ambil $x=1.5$.
$f'(1.5) = 6(1.5)^2 - 18(1.5) + 12$
$f'(1.5) = 6(2.25) - 27 + 12$
$f'(1.5) = 13.5 - 27 + 12 = -1.5 < 0$. Fungsi turun.
* Interval $(2, infty)$: Ambil $x=3$.
$f'(3) = 6(3)^2 - 18(3) + 12$
$f'(3) = 6(9) - 54 + 12$
$f'(3) = 54 - 54 + 12 = 12 > 0$. Fungsi naik.
Jadi, fungsi $f(x)$ naik pada interval $(-infty, 1)$ dan $(2, infty)$.
Fungsi $f(x)$ turun pada interval $(1, 2)$.
d. Nilai Maksimum dan Minimum Lokal:
Dari analisis interval naik dan turun:
- Di $x=1$, fungsi berubah dari naik ke turun, sehingga titik (1, 0) adalah nilai maksimum lokal.
- Di $x=2$, fungsi berubah dari turun ke naik, sehingga titik (2, -1) adalah nilai minimum lokal.
Tips Jitu Menghadapi UTS Matematika
- Pahami Konsep, Bukan Menghafal: Fokuslah pada pemahaman logika di balik setiap rumus dan cara penyelesaian. Ini akan membantu Anda menghadapi soal yang bervariasi.
- Latihan Soal Variatif: Kerjakan berbagai jenis soal dari berbagai sumber, termasuk soal-soal latihan di buku paket, LKS, atau contoh soal yang sering diberikan guru.
- Buat Catatan Rangkuman: Tulis kembali rumus-rumus penting, definisi, dan langkah-langkah penyelesaian pada catatan terpisah.
- Kerjakan Ulang Soal yang Sulit: Jika ada soal yang terasa sulit, jangan ragu untuk mencoba mengerjakannya kembali setelah beberapa waktu.
- Kelompok Belajar: Berdiskusi dengan teman dapat membantu Anda melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda dan memperkuat pemahaman.
- Manfaatkan Waktu dengan Baik: Saat mengerjakan soal latihan atau saat UTS, alokasikan waktu Anda secara efektif. Jangan terpaku terlalu lama pada satu soal yang sulit.
- Istirahat Cukup: Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup sebelum hari ujian agar pikiran tetap segar.
Penutup
Matematika memang seringkali dianggap menantang, namun dengan pendekatan yang tepat dan latihan yang konsisten, Anda pasti bisa menguasainya. Contoh-contoh soal dan pembahasan di atas diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi Anda dalam mempersiapkan diri menghadapi UTS Matematika Kelas 12 Semester 1. Ingatlah bahwa kunci keberhasilan terletak pada pemahaman konsep dan ketekunan dalam berlatih. Selamat belajar dan semoga sukses!